UPDATE Kecelakaan Bus Di Tol Mojokerto: Sopir Diduga Mengantuk, Jasa Raharja Beri Santunan

Spread the love

Berikut update terkait kecelakaan bus wisata Ardiansyah di tol Mojokerto-Surabaya Senin (16/5/2022) ini.

Baru-baru ini, Combs Paul Dermanto, direktur humas Polda Jawa Timur, mengaitkan insiden tunggal tersebut dengan kesalahan manusia.

Kesalahan manusia yang dimaksud adalah pengemudi bus dalam kecelakaan itu mengira dia lelah dan tertidur. slot online terpercaya

Kemudian, bus yang tiba di KM 712400 itu langsung bertabrakan dengan papan elektronik di bahu kiri jalan, dan badan bus ambruk dan ambruk.

“Jadi pas lewat KM 712200 badan saya goyang-goyang. Dan pas sampai 712400 saya sampai di billboard.”

Berdasarkan informasi lain yang diperoleh, pengemudi pengganti adalah seorang sopir bus bernama Ade Firmansyah, yang mengalami luka parah dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sementara itu, kami masih berusaha mengumpulkan data, karena sekarang kami fokus menangani TKP di sana,'” jelas Dermanto.

Jasa Raharja menawarkan santunan kepada korban luka dan tewas.

Korban luka dan tewas dalam kecelakaan bus wisata ini tentunya akan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja.

Diketahui, santunan bagi korban yang dirawat di rumah sakit mencapai Rp 20 juta, dan korban meninggal dunia sebesar Rp 50 juta.

Besaran ganti rugi ini berdasarkan Permenkeu Nomor 16 dan 17 Tahun 2017.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964, semua penumpang yang menjadi korban kecelakaan mendapat santunan”, jelas Hervanka Tri Dianto, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Utama Jatim.

Selain itu, Jasa Raharja dan polisi juga mengunjungi lokasi kecelakaan dan rumah sakit untuk memastikan kecelakaan tersebut.

Menurut laporan, 13 penumpang tewas dalam kecelakaan malang ini.

Menurut laporan Ketua PJR Ditlantas Polda Jawa Timur, AKP Dwi Sumrahadi membenarkan adanya satu kejadian.

Doi mengatakan kecelakaan bus itu terjadi pada pukul 06:15 WEST.

Dia mengatakan ada 25 penumpang di dalam bus.

Sejauh ini, 13 orang tewas dan 12 orang luka parah dalam kecelakaan tersebut.

Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Mojokerto, RS Emma, ​​RS Pashweni Mojokerto dan RS Dr Wahiduddin Sudero Hosudo Mojokerto.

Sementara itu, RS Petrokemiya Gresik yang mengalami luka berat, RS Citra Medica Kabupaten Mojokerto, dan RS Emma Kota Mojokerto dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Doi menggambarkannya sebagai “tempat lain (pengobatan dan evakuasi)”.

Doi juga menjelaskan sejarah kecelakaan bus yang menewaskan 13 penumpang tersebut.

Peristiwa naas itu bermula saat sebuah bus yang mengangkut sekitar 25 penumpang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya.

Menurut laporannya, bus diperkirakan akan melaju dengan kecepatan sedang melintasi jalur yang lambat.

Sesampai di KM 712.200/A, bus tiba-tiba berbelok ke kiri dan terbalik setelah menabrak tiang pemandu atau variable message sign (VMS) di bahu jalan.

Doi menjelaskan bahwa “bus itu terbalik”.

(/ John Listio Boruto) (/ Surya.co.id/Luhur Pambudi) (/ Ahmed Faisal)

Artikel Lain Terkait Kecelakaan Maut di Tol Mojokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Penyebab Kecelakaan Di Tol Surabaya-Mojokerto Karena Human Error, Sopir Cadangan Diduga Mengantuk
Next post Demam Investasi Kripto Mulai Merambah Industri Modal Ventura Global, Ini Yang Terjadi Di Indonesia