Tim Gabungan Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Bus Di Tol Mojokerto: Tidak Ada Bekas Pengereman

Spread the love

Hasil TKP kecelakaan maut di Tol Mojokerto – Surabaya – Mojokerto mengungkap fakta baru.

Tim Analisis Kecelakaan Lalu Lintas (TAA) Mabes Polda Corlantas dan Ditlantas Polda Jatim datang langsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 14 orang dan melukai 19 orang tersebut.

Kecelakaan tunggal bus wisata terjadi di Jalur A pada Senin (17/5/2022) di Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Jites, Desa Canggu, Jalan Surabaya-Mojokerto, Jalan Surabaya-Mojokerto.

Observasi lapangan juga menunjukkan, tim gabungan yang terdiri dari Satlantas Polres Mojokerto, Dishub Jatim dan Jasamarga selaku pengelola jalan tol Surabaya-Mojokerto juga hadir.

Tim TAA TKP tampil di lokasi pada Selasa (2022-17-17) pukul 07:47 WIB hingga 08:20 WIB. situs judi slot gacor

Mereka menggunakan metode analisis kecelakaan lalu lintas pemindaian laser 3D menggunakan peralatan Leica dengan kamera 350 ° yang digunakan di lokasi kendaraan di mana kecelakaan individu terjadi.

Ini digunakan untuk menentukan penyebab kecelakaan besar yang melibatkan lima orang atau lebih secara kronologis. Artinya, menganalisis kontak fisik antara kendaraan bus ketika menyentuh poros besi VMS (Variable Message Sign) di sisi kiri jalan lalu lintas.

Setelah itu, hasil olah TKP menggunakan alat ini akan dijadikan sebagai data video terkait kronologis kejadian.

AKBP Hendra Wahyudi, Korlantas Polri, Wakil Direktur Pullahjianta Ditgakkum menjelaskan, pihaknya sedang melakukan olah TKP bersama Tim TAA Ditlantas Polda Jatim untuk mencari barang bukti tambahan.

Data mentah dari analisis adegan dimasukkan melalui perangkat lunak analisis kecelakaan lalu lintas untuk merekonstruksi setiap momen adegan menjadi gambar visual bergerak berbasis video.

Dengan menganalisis arah tabrakan dan kecepatan kendaraan, perangkat lunak TAA dapat secara akurat memperkirakan kecepatan tabrakan yang diharapkan sekitar 100 km/jam.

Hasil rekaman animasi yang berkaitan dengan kronologi kecelakaan tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan, melainkan untuk membantu penyidik ​​menentukan penyebab kecelakaan di persidangan.

AKBB Hendra mengatakan, “Ada tiga titik dari titik 100 meter sebelum kecelakaan ke titik tabrakan dan setelah kecelakaan yang digunakan pemindai 3D untuk memproses TKP.”

Namun, tidak ada tanda-tanda pengereman yang terlihat sampai kecelakaan itu terletak 60 meter dari pagar.

Hendra mengatakan akan mengkonfirmasi kecurigaan bahwa mobil bus tidak sempat mengerem sebelum kecelakaan.

Ia menambahkan, pihaknya akan memaparkan sejumlah temuan baru hingga ada analisis terkait penyebab kecelakaan.

Bodi bus tua, pagar pembatas, sempat tergores sebelum menabrak poros besi VMS di jalan sumo.

“Ya benar. Kami mengambil gambar dengan pemindai 3D dan kami akan menggabungkannya dengan bukti lain untuk melihat apakah bumpernya tergores,” katanya.

Pengarang: Muhammad Al Raduni

Artikel ini dimuat di Surya.co.id dengan judul TKP TKP kecelakaan bus wisata di tol Surabaya Mojokerto. Polisi Temukan Fakta Baru Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Tidak Terima Ditilang, Sopir Truk Di Palembang Maki Polantas Di Palembang
Next post Tanah Dari Bulan Bisa Dipakai Untuk Menumbuhkan Tanaman, Upaya Penting Untuk Bangun Koloni Di Ruang Angkasa