Survei MSI: Mayoritas Publik Percaya MUI Berwenang Berikan Fatwa Halal Vaksin Covid-19

Spread the love

Jakarta – Lembaga Riset Indonesia (MSI) bekerja sama dengan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia (YMKI) merilis data survei opini wisatawan muslim terhadap vaksin halal, menyusul putusan Mahkamah Agung.

Hasil survei menunjukkan bahwa 83,5% masyarakat masih mempercayai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai badan rujukan yang mengeluarkan provinsi halal terkait vaksin Covid-19.

KH Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Internasional, mengatakan survei yang dilakukan MSI memberikan nilai tambah dengan memungkinkan pemerintah segera menyediakan vaksin halal. slot pulsa

Dan kepada wartawan, Sabtu (14/5/2022) bahwa ”Akademisi, MSI telah mengajukan kajian yang bertanggung jawab, sehingga pemerintah harus melaksanakan keputusan Mahkamah Agung.”

Dalam survei MSI, 92,3% responden menyatakan setuju dan mendukung pendapat Asorun Niam Fatwa, Kepala Kementerian Dalam Negeri.

Niamh mengatakan vaksin ilegal tidak lagi tersedia karena beberapa alasan.

Putusan MA tersebut mengharuskan pemerintah memberikan vaksin halal kepada umat Islam, dan 78,4% responden menyatakan akan kecewa jika pemerintah tidak melaksanakan putusan MA tersebut.

Selain itu, 57,8% masyarakat sangat/cukup meyakini adanya mafia vaksin menjadi alasan pemerintah menunda implementasi putusan Mahkamah Agung untuk menyediakan vaksin halal.

38,2% menjawab bahwa Presiden Jokowi adalah pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan vaksin halal.

Setelah itu, 31,4% masyarakat memilih Menteri Kesehatan Budi Gunadhi Sadkin, dan 15,5% masyarakat memilih Airanga Hartarto, Ketua Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menurut Amersya, hal ini akan berdampak merusak kepercayaan kepada pemerintah.

“Jika pemerintah tidak memberikan ini, kepercayaan kepada pemerintah akan menurun,” katanya.

Diketahui, survei MSI dilakukan pada 1 hingga 7 Mei 2022 bekerja sama dengan Perusahaan Konsumen Syariah Indonesia (YKMI).

Dalam survei ini, Bengkel Jakarta City Camp (Area Layanan KM 57, KM 62), Area Layanan Berbayar Jakarta-Merak (KM 43), Terminal (Kampung Rambutan dan Kalideres, Pulogebang, Tanjung Priuk), Kedung Waringin Bekasi, Bengkel Motor Merak Stasiun dan Terminal (Gambir) dan Senen), bandara dan pelabuhan Soekarno Hatta (Merak dan Bakauheni).

Pengumpulan data melalui wawancara pribadi dengan responden menggunakan kuesioner yang disimpan dalam aplikasi. Responden diidentifikasi secara non-stochastic dengan menggunakan metode purposeful sampling.

Kriteria penerjemah rumahan adalah mereka yang berusia 17 tahun ke atas yang telah divaksinasi COVID-19, tidak termasuk Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Hindari Trauma, Ayah Korban Penculikan Bocah Di Tangsel Bakar Baju Baru Pemberian Sang Penculik
Next post Cegah Hepatitis Akut Pada Anak, Kemenkes Ingatkan Penjual Makanan Di Sekolah Pakai Sarung Tangan