Sejarah Lebaran Ketupat Dan Makna Empat Sisi Ketupat

Spread the love

Masyarakat Jawa pada umumnya mengenal dua hari raya Idul Fitri yaitu Idul Fitri dan Kutubul Fitri.

Seperti diketahui, Idul Fitri jatuh pada hari pertama Syawal.

Di sisi lain, Libaran Kutubat terjadi satu minggu setelah puasa 8 hari Syawal setelah menyelesaikan puasa 6 hari Syawal. judi gampang menang

Kurma di Ketupat

Mengutip KompasTV, Ketupat merupakan simbol perayaan hari besar Islam yang telah dipraktikkan sejak pemerintahan Demak sekitar abad ke-15.

Demak sendiri merupakan kerajaan Islam Jawa pertama yang menyebarkan agama Islam dengan bantuan Walisongo.

Untuk membawa Islam ke dalam ruangan, beberapa wali telah menggunakan pendekatan pertanian dan budaya lokal.

Salah satunya adalah Sinan Kalijaga yang menempatkan intan pada berbagai hari besar Islam untuk merebut hati masyarakat adat.

Mengutip kids.grid.id, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah: Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Bakda Lebaran adalah perwujudan dari Sholat Idul Fitri 1 Syawal.

Kutubat al-Baqdah dilakukan seminggu setelah Idul Fitri.

Saat Lebaran Ketupat, masyarakat muslim Jawa akan membuat ketupat seperti makanan yang terbuat dari nasi dan ditaruh di daun kelapa atau janur.

Selanjutnya, nasi yang disimpan dimasak di atas daun dan disajikan kepada keluarga dan tetangga.

Arti dari Ketupat

“kupat”” dikutip dari bobo.grid.id artinya “pengakuan lepat”, dan dalam bahasa Indonesia artinya “pengakuan kesalahan”.

‘Kupat’ juga mengacu pada tindakan ‘bayi’ atau 4 tindakan yang tercermin pada empat sisi berlian.

Keempat sisi berlian memiliki arti tersendiri, sobat.

Arti dari empat sisi berlian adalah sebagai berikut:

1. Lebaran: Satu sisi berlian ini melambangkan pesta, yang merupakan etimologi dari kata “pertunjukan”. Dengan kata lain, pintu rahmat terbuka bagi orang lain.

2. Luberan: Aspek kedua dari berlian berasal dari akar kata “luber”, yang berarti luberan. Itu berarti memberi sedekah kepada orang kaya dan yang membutuhkan.

3. Meleleh: Al-Sisi dalam bahasa Ketupat berarti meleleh dan berasal dari akar kata ”meleleh”. Melelehkan artinya mencairkan dosa-dosa yang sudah berumur satu tahun.

4. Laboran: Sisi terakhir dari intan adalah kata lain dari ‘lime’, yang berarti lavaran. Nah, ini berarti membersihkan diri atau menjadi putih kembali seperti anak kecil.

(/ Widya) (.tv / Gempita Surya) (Bobo.grid.id/Avisena Ashari) (GridKids.id/Febryan Kevin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Nekat Mandi Di Sungai Berarus Deras, Remaja Di Sumatera Utara Tewas Tenggelam
Next post Alamak, Ruben Onsu Curhat Ketinggalan Pesawat Sepulang Dari Eropa