Penjualan Daging Sapi Belum Berpengaruh Meski Ada Penyakit Mulut Dan Kuku

Spread the love

Reporter Cino Tre Sollistino melaporkan

Jakarta – Selama ini penjualan daging sapi belum terpengaruh dengan munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi.

“Sejauh ini tidak mempengaruhi penjualan,” kata Asnawi, Regional Division Manager, Jaringan Perdagangan dan Rumah Potong Daging Indonesia (JAPPDI), “Ini isu baru yang mengemuka sejak Indonesia sebelumnya dinyatakan bebas PMK pada 1986.” . ). Kamis, 5 Desember 2022. slot online gacor

Menurut dia, pemerintah merupakan langkah yang tepat bagi pemerintah untuk menutup daerah tempat terjadinya PMK karena PMK tidak menular ke manusia, tetapi dapat menyebar dengan cepat ke ternak lain melalui udara.

“Tapi kalau tidak segera dicabut, bisa berdampak pada harga daging sapi dalam empat bulan ke depan. Konsumsi daging di masyarakat sekarang sudah jenuh pasca Lebaran, dengan prioritas pembayaran kepada lulusan sekolah pada Mei, dengan Idul Fitri ke depan. -al -Adha Selamat, orang pasti tidak beli daging,” kata Asnawi.

Asnawi mengatakan konsumsi daging sapi masyarakat akan pulih pada minggu kedua Agustus 2022 setelah masyarakat menyelesaikan atau mendaftar ulang biaya kuliah.

Sebelumnya, 1.247 ekor sapi di Jawa Timur mengalami gangguan mulut dan kuku.

Terkait hal itu, Presiden Jokowi mengingatkan para menterinya perlu adanya kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak.

Dia telah meminta Menteri Pertanian Siaher Yassin Limbu untuk menutup area tersebut.

Dalam rapat paripurna Kabinet, Senin (9 September 2022), Perdana Menteri Jokowi mengatakan, “Saya meminta Menteri Pertanian dan Kehutanan segera menerapkan zonasi dan penutupan terkait penyakit kuku dan mulut.”

Selain itu, Presiden telah meminta Kapolri Lesteo Sigit Prabowo untuk menurunkan staf untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Kepala negara telah meminta Kombes Polri membentuk satgas untuk mencegah pergerakan ternak dari satu daerah ke daerah lain.

“Saya juga ingin meminta kepada Kapolri untuk benar-benar menyelesaikan masalah ini di tempat terkait pengangkutan ternak di daerah yang telah dinyatakan terinfeksi PMK. Saya akan bertanggung jawab nanti.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Hari Terakhir Beroperasi, Warga Antusias Nikmati Layanan Bus Gratis DKI Jakarta
Next post Besok, Komisi II DPR Gelar Rapat Bahas Finalisasi Tahapan Dan Anggaran Pemilu 2024