Liga Italia – Sebelum Gabung MU, Ternyata Cristiano Ronaldo Pernah Kepo Soal AC Milan

Spread the love

Di awa era 2000-an, Liga Italia menjadi magnet tersendiri bagi setiap pesepak bola dunia.

Siapa yang kala itu tak kepincut untuk berlabuh ke tim sekaliber AC Milan, Inter Milan, Juventus hingga AS Roma.

Bahkan banyak para pemain terbaik di era tersebut memilih merumput di Serie A ketimbang Premier League.

Ketertarikan mentas di Serie A itu juga sempat dialami oleh Cristiano Ronaldo muda. judi slot gacor

Tepatnya musim 2002, sebelum bergabung ke Manchester United (MU), Ronaldo sempat kepo dan penasaran soal AC Milan.

Maklum jika Rossoneri memiliki daya pikat tersendiri. Di tangan Silvio Berlusconi, Il Diavolo Rosso menjadi klub superior di Eropa bahkan dunia.

Mereka menjadi klub pengoleksi Liga Champions terbanyak setelah Madrid.

Kisah mengenai ketertarikan Cristiano Ronaldo akan Rossoneri disampaikan oleh Vitali Kutuzov.

Dia pernah ‘diinterogasi’ oleh Ronaldo tentang bagaimana rasanya bermain bagi Rossoneri.

Bagi Milanisti, nama Vitali Kutuzov pasti asing.

Dia memang tak memiliki kesempatan bersinar bersama klub yang bermarkas di San Siro ini.

Dia dibeli dari Bate Borisov pada musim 2001. Di musims elanjutnya, pihak klub memilih menyekolahkan Kutuzov ke Portugal.

Tepatnya dia dipinjamkan ke Sporting Lisbon. Di sana lah Kutuzov bertemu sang Ronaldo muda.

Saat itu Kutuzov ditanya-tanya seperti apa kultur sepak bola yang dimiliki AC Milan.

Ronaldo ingin tahu bagaimana rasanya bermain di skuat Rossoneri yang saat itu memang penuh bintang.

“Kami adalah dua anak dalam tim juara yang telah memenangkan segalanya. Dia (Ronaldo) berusia 17 tahun, saya 21 tahun,” terang Kutuzov, dikutip dari laman Sempre Milan.

“Ronaldo kemudian bertanya kepadaku tentang AC Milan dan bagaimana cara berlatih mereka yang dihuni banyak pemain bintang,” imbuhnya menerangkan.

Di era tersebut, Rossoneri masih diperkuat pemain legendaris seperti Alessandro Costacurta, Christian Abiati, Paolo Maldini, Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Andriy Shevchenko, hingga Rui Costa.

Vitali Kutuzov kemudian angkat bicara soal soal perubahan dalam diri Cristiano Ronaldo.

“Dia lapar untuk kemenangan, meski sekarang dia pemain yang berbeda. Dulu dia lebih banyak menggiring bola, hari ini dia komplet dan mencetak gol dalam segala hal,” pungkas Kutuzov.

(/ Putaran)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Pep Guardiola Cari Tantangan Baru, Timnas Brasil Ajak Eks Pelatih Barcelona Gabung
Next post KKB Bakar 16 Rumah Warga Di Distrik Ilaga Papua, Petugas Yang Hendak Memadamkan Api Diadang