KPK Ungkap Perkembangan Terkini Kasus ‘Kardus Durian’ Yang Diduga Libatkan Cak Imin

Spread the love

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis tren terbaru penyidikan kasus dugaan ‘Dorian Karton’ dengan pencabutan nama Muhaimin Iskandar, tokoh Gereja Kebangkitan Bangsa berjuluk Kak Amin.

Badan Pemberantasan Korupsi membenarkan bahwa penyelidikan kasus Kartun Dorian masih berlangsung.

Hal itu disampaikan Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Kamis (12/5/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. slot online terbaru 2022

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui Kementerian Pendidikan tengah mengkaji sejumlah hasil suap dalam pembahasan anggarannya tentang penggunaan dana secara optimal untuk pembangunan dan pengembangan kawasan transformasi (P2KT). Kepegawaian dan Keimigrasian (Kemenakertrans).

Sebelumnya, Gap-min disebut-sebut di pengadilan atas tuduhan menerima uang atau barang berharga terkait kasus tersebut.

Diketahui, Chuck Amin menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja saat peristiwa korupsi itu terjadi.

Ali mengatakan itu adalah proses analisis yang bertujuan untuk memajukan kasus dengan mengunci tersangka lainnya.

Namun Ali melanjutkan, KPK memastikan dapat menetapkan orang tersebut sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup.

Ali juga mengucapkan terima kasih atas dukungan beberapa masyarakat, antara lain Gerakan Mahasiswa NU dan Gerakan Gemas NU yang meminta KPK menangkap Cak Imin dalam insiden “kardus durian”.

Kasus Dorian Cardigan dimulai pada 25 Agustus 2011 dengan Operasi Sengat (OTT) KPK.

Saat itu, penyidik ​​KPK menangkap dua anak buah Cak Imin: Nyoman Suisnaya, Sekretaris Jenderal Pengembangan Kawasan Transisi dan Dadong Irbarelawan, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Kementerian Sumber Daya Manusia dan Perhubungan.

Selain menangkap dua anak buah Cak Imin saat itu, penyidik ​​KPK juga menangkap Alam Jaya Papua Dharnawati, kuasa hukum KPK yang menyerahkan uang Rp 1,5 juta kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi. Uang itu dibungkus dengan karton durian.

Uang tersebut diserahkan PT Alam Jaya Papua kepada kontraktor DPPID di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari, dan Mimika sebagai bentuk apresiasi atas proyek senilai Rp 73 miliar itu.

Dalam persidangan 2012, Dharnawati menyebut dana Durian senilai Rp 1,5 miliar itu untuk Cak Imin. Namun, Kwak Amin berulang kali membantahnya baik di dalam maupun di luar persidangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Singgung Self Diagnose Bipolar, Marshanda Tak Berniat Sindir Siapapun, Termasuk Medina Zein
Next post Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 28 Telah Diumumkan, Simak Cara Ikuti Tahap Pelatihannya