KPK Geledah 2 Lokasi Terkait Kasus Suap Bupati Bogor Ade Yasin

Spread the love

Jakarta – Tim penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait kasus suap yang melibatkan Bupati Bogor Adiyasin yang tidak aktif.

Penelitian dilakukan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bogor dan Bandung.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Selasa (10/5) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. / 2022). link judi slot

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik ​​mengamankan barang bukti elektronik dan uang. Namun, jumlah spesifiknya tidak diungkapkan.

Karena itu, tim investigasi menyelidiki Adiyacin hari ini. Tujuannya untuk menjelaskan bukti-bukti yang ditemukan.

“Kemarin kami punya bukti elektronik, kami punya dokumen dan uang, dan tentu dari situ kami akan terus kembangkan,” kata Ali.

Ali berharap pernyataan Addy akan memberikan bukti baru ketika temuan penyidik ​​dikonfirmasi.

“Kami akan mengambil tersangka sebagai saksi dengan harapan kami akan terus mengembangkan dan mengatur penyelidikan,” katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bupati Bogor Adi Yasin telah menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap kepada Otoritas Pelapor Keuangan (PIMCAP) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021.

Di antara tujuh terdakwa lainnya adalah Maulana Adam, sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Ehsan Ayatollah, Kepala Bagian Keuangan Daerah, BPKAD Kabupaten Bogor; dan Rizki Tewfik, PPK dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Selanjutnya Anton Meridiancia, Kepala Perusahaan Jawa Barat, Pegawai BPK/Asisten General Officer IV Jawa Barat 3, Pemerhati Teknis; Arko Molawan, Kepala BPK, Kepala Jawa Barat/Kepala Tim Audit Sementara Kabupaten Bogor; Hendra Noor Rahmatullah Krueta, Staf/Penyidik ​​Perwakilan BPK, Jawa Barat; Jerry Gengar Tri Rahmatulrah, Perwakilan Perusahaan BBK, Direktur/Pemeriksa, Jawa Barat.

Identitas tersangka ini merupakan tindak lanjut dari operasi penangkapan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Selasa (26 April 2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam penangkapan itu, KPK mengamankan total 12 orang yang terdiri dari uang tunai Rp 570 juta dan rekening bank Rp 454 juta, serta barang bukti Rp 1,24 triliun.

KPK menduga total Rp 2 miliar itu sebagai suap Ade Yasin yang diajukan secara bertahap kepada pegawai BPK yang mewakili Jabar melalui perantara bawahan.

Suap itu ditawarkan hingga Pemerintah Kabupaten Bogor mendapat opini wajar (WTP) dari BPK Jawa Barat untuk audit laporan keuangan tahun anggaran 2021.

Terkait perbuatannya, Adi Yasin, Maulana Adam, Ehsan Ayatollah dan Rizki Tawfiq dijerat dengan pasal suap yang melanggar Pasal 5(1) A atau B atau 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah tahun 1999. Berkenaan dengan Pasal 55 (1) – 1 KUHP, Undang-Undang Nomor 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 31 sehubungan dengan perubahan UU No. 2001.

Sementara Anton Merdiansyah, Arko Molawan, Hendra Noor Rahmatullah Kruita, dan Jerry Ginagar Tri Rahmatullah, yang menerima suap, ditahan dalam Undang-Undang Nomor 1999 tentang Penghapusan Usaha Tindak Pidana Korupsi. Anda didakwa melanggar Bagian 12 A, B, atau Bagian 11 dari Pasal 31. Sehubungan dengan ayat 1 sd 1 Pasal 55 KUHP, Nomor 20 Tahun 2001 diubah sehubungan dengan perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta Rabu 11 Mei 2022, Potensi Hujan Di Malam Hari
Next post Sopir Truk Sawit Di Sumatera Utara Jadi Korban Perampokan: Tangan Dan Kakinya Diikat