Koalisi Indonesia Bersatu Bisa Ganggu Pemerintahan Jokowi? Berikut Penjelasan Golkar Dan Reaksi PDIP

Spread the love

Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristianto mengingatkan kemunculan Aliansi Indonesia Bersatu (KIB) agar tidak mengganggu kemajuan pemerintah dalam kemajuan bangsa, khususnya termasuk agenda politik 2024.

Untuk itu, dia menyatakan bahwa kepentingan rakyat harus didahulukan.

Kata Hasto saat ditemui di Labangan Banting, Jakarta, Jumat (20/01/2020) Jangan terlalu dini persaingan yang justru membuang energi kita untuk kemajuan dan kemajuan bangsa dan negara pasca pandemi. Itu yang kita dorong. 5/2022). link judi bola

Hasto kemudian mengingatkan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin didirikan atas kerja sama antarpartai politik.

Menurutnya, kerja sama itu terbentuk karena besarnya amanah rakyat kepada pemerintahan Jokowi Maarouf.

Untuk itu, PDI-P dikatakan memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan masyarakat akan amanat pemerintah saat ini.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto membantah menyebut pertemuan PDIP baru-baru ini dengan sejumlah elite parpol sebagai aliansi.

Hasto mengatakan pertemuan antara Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP dengan parpol lain, seperti Ketua Umum Jerendra Prabowo Subianto, hanya sebatas silaturahmi di momen lebaran.

“Kalau pertemuan antar pimpinan parpol itu silaturahmi, belum aliansi,” kata Hasto usai mengikuti Kejuaraan Senam Sesita di Banting Arena, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Hastow juga menjelaskan bahwa dari perspektif politik, aliansi itu ditandai dengan komitmen bersama.

Mulai dari tahapan kerjasama berdasarkan program politik, agenda pemerintah, dan program dalam merespon permasalahan bangsa dan negara.

Hasto juga menanggapi pertemuan Ketua Umum Golkar Erlanga Hartarto, Ketua Umum Partai Buruh Zulkifli Hassan, dan Ketua Umum PPP Suharso Munwarva.

Hasto mengatakan pertemuan yang melahirkan Aliansi Indonesia Bersatu itu hanyalah bagian dari demokrasi politik.

Golkar: Cegah Polarisasi Pilpres

Sekjen Partai Golkar Ludewijk F. Paulus, atas kritik Sekjen PDIP Hasto Kristianto terhadap aliansi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar bersama PAN dan PPP.

Sebelumnya, Hasto mengingatkan untuk tidak membawa kompetisi 2024 lebih awal.

Pasalnya, yang dibutuhkan adalah kepentingan dasar rakyat.

Ludevik mengatakan koalisi dibentuk sejak dini untuk mencegah polarisasi seperti pada Pilpres 2019, karena hanya ada beberapa pasangan calon yang maju.

“Terlalu dini untuk mengatakan bagaimana kita membangun demokrasi sebagai hasil penilaian 2019,” kata Ludwijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan, hasil evaluasi Pilpres 2019 lalu menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Ini merupakan komitmen KIB untuk mencegah hal yang sama terulang kembali, dengan menerjunkan lebih dari dua calon presiden dan wakil presiden.

Monitor: Dapat mengukur kekuatan PDIP

Sejumlah tokoh dan pengamat menyoroti kemunculan Aliansi Indonesia Bersatu yang dibentuk oleh Partai Golkar, Partai Rakyat Pakistan, dan Partai Rakyat Pakistan.

Salah satunya, pengamat politik PBB Agus Ryanto.

Dia menilai, pembentukan koalisi baru tidak akan berdampak pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melainkan bisa mengukur kekuatan posisi PDIP.

Sebab, menurutnya, saat membentuk koalisi, bisa dijadikan umpan atau uji coba penonton.

Sehingga PDIP bisa mengukur dan mengetahui jenis caleg yang mereka pegang dan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap aliansi tiga partai tersebut.

Maka ini bisa menjadi peluru bagi PDIP untuk menentukan calonnya pada waktu lembur atau menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

” Jadi kalau Golkar, PAN, dan PPP berkoalisi dan mereka ingin mencari calon untuk ditunjukkan ke publik, tidak apa-apa,”

“Tapi tidak banyak pengaruhnya di pemerintahan Jokowi, mungkin sengaja untuk diuji, bagaimana tanggapan publik terhadap ketiga partai ini jika mereka membentuk koalisi dan kandidat seperti apa yang mereka hadirkan?”

“Mereka malah menunggu, mungkin ini bagian dari sandiwara kelompok Aliansi PDIP sendiri untuk membaca seberapa kuat mereka,” jelas Agus dalam siaran Program Panggung Demokrasi di YouTube, Rabu (18/5/2022).

Agus juga menilai, ada skenario besar di balik pembentukan koalisi, yakni menggulingkan lawan dan memperkuat posisi PDIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Siap Nikah Keempat Kalinya Dengan John Hopkins, Nikita Mirzani Tak Masalah Disebut Matre: Realistis
Next post Polisi Sebut 2 Oknum Pegawai Kejari Cilegon Tidak Tahu Charger Yang Dibawa Berisi Narkoba