KKP: Canangkan Kampung Perikanan Budidaya Nila, Jawab Masalah Perikanan Di Lombok Tengah

Spread the love

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) telah membangun kembali desa-desa budidaya dengan implementasi program landmark yang dicanangkan oleh KKP pada tahun 2021-2024, salah satunya adalah pengembangan akuakultur. Desa yang berbasis kearifan lokal.

Kali ini, DJPB telah meluncurkan Kampung Budidaya Ikan Nila di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (26 Maret 2022).  slot deposit dana

Direktur Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengucapkan terima kasih atas dibukanya Kampung Budidaya Ikan Nila di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Sesuai dengan nama Tebe -Tb Haeru Rahayu, pembangunan budidaya ikan nila di lokasi ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas permasalahan budidaya ikan nila di Lombok Tengah.

Tepe mengatakan dalam kunjungannya ke Lombok Tengah, selain membuka kampung nila, dia juga datang ke tempat berkumpulnya para petani di kampung nila di Lombok Tengah. Identifikasi masalah budidaya ikan nila sehingga dapat segera diatasi.

“Saya di sini untuk melihat para petani ikan nila di Lombok Tengah bertemu dan membantu mereka mengidentifikasi masalah yang ada dan segera menyelesaikannya,” kata Tepe.

Menurut Tepe, program groundbreaking di desa pedesaan Tilapia di Lombok Tengah dapat mendorong terciptanya sistem logistik benih yang efisien dan efektif. Selain memperhatikan kelestarian lingkungan untuk menjaga ketahanan pangan dan merevitalisasi perekonomian masyarakat, juga banyak aspek lain untuk meningkatkan produktivitas ikan nila di lapangan seperti pakan.

Tepe mengatakan, “Dengan dibangunnya sistem logistik benih, kami berharap Unit Pembenihan Rakyat mampu memenuhi kebutuhan benih ikan nila di desa pedesaan ikan nila Lombok Tengah.”

Selain itu, KKP juga mendorong peningkatan kemampuan petani dengan memberikan dukungan teknis kepada petani melalui DJPB seiring dengan terciptanya desa budidaya ikan nila.

“Selain itu, akan memberikan dukungan yang sangat baik kepada kelompok penetasan untuk memastikan bahwa penetasan masyarakat yang ada menghasilkan benih berkualitas tinggi,” kata Tepe.

Untuk membangkitkan semangat bertani nila, Tepe membawa keseriusan dan dedikasi para petani untuk bertani nila.

“Nanti kalau sudah siap semua akan saya bagikan bantuan mesin pengolah pakan agar bisa digunakan di Desa Tilapia. Terletak di jantung Lombok.”

 Sementara itu, wakil perwakilan Lombok Center Norsaya mengucapkan terima kasih kepada KKP atas dukungan dan dukungannya. Menurutnya, desa ikan nila memiliki potensi yang sangat besar.

Norcia juga mengatakan, saat ini ada 36 kelompok budidaya yang terdaftar di wilayah Lombok Tengah, dengan total 360 individu. Luas areal budidaya ikan nila sekitar 48 hektar di Lombok tengah, dan rata-rata produksi ikan nila per tahun adalah 45-50 ton.

“Saat ini pendapatan desa budidaya ikan nila di Lombok Tengah mencapai Rs 120 miliar per tahun,” kata Norcia.

Sementara itu, Yayan Sufian, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya dan Perikanan (BPBL) Lombok, mengaku siap mendukung kegiatan budidaya ikan nila di Lombok Tengah. Ia juga mengaku akan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi petani di Desa Balti.

Yayan Sufyan menyimpulkan, “Kami akan terus memberikan bantuan teknis dan dukungan kepada petani di desa Balti di Lombok Tengah, mulai dari penyediaan benih hingga dukungan teknis.”

KKP akan bekerja sama dengan kementerian atau lembaga lain untuk memastikan bahwa program tersebut berjalan dengan baik untuk mempercepat pengembangan desa budidaya di berbagai wilayah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Kena Mental Dihujat, Zidan Susah Tidur Dan Sering Muntah, Tapi Merasa Pantas Diperlakukan Begitu
Next post Buntut Video Parodi Tri Suaka Dan Zinidin Zidan, Kuasa Hukum Andika Kangen Band Layangkan Somasi