Ketua KPK Minta PBNU Ikut Perbaiki Sistem Berantas Korupsi

Spread the love

Laporan Wartawan , Ilham Rian Pratama

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap seluruh pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak terlibat dalam praktik-praktik tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri usai menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dengan PBNU. slot pulsa

Awalnya, Firli mengatakan bahwa KPK telah melakukan kegiatan pendidikan masyarakat untuk membangun strategi pencegahan dengan perbaikan sistem.

KPK pun berharap PBNU juga ikut serta dalam perbaikan sistem untuk memberantas korupsi.

“Dalam kesempatan ini pun KPK disamping telah melakukan kegiatan pendidikan masyarakat kita pun juga membangun strategi pencegahan yaitu perbaikan sistem inipun bisa dilibatkan rekan-rakan dari PBNU untuk perbaikan sistem supaya tidak ada celah dan kesempatan melakukan korupsi,” ujar Firli dalam sambutannya, Senin (19/4/2022).

“Dan saya juga berharap, kita semua berharap seluruh pengurus PBNU tidak ada yang terlibat dari praktik-praktik korupsi,” imbuhnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, bertempat di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK pada 19 April 2022.

Firli pun menyambut baik kerja sama antara KPK dan PBNU ini dalam rangka memperkuat upaya-upaya pemberantasan korusi yang melibatkan seluruh pihak.

“Pasukan antikorupsi kini bertambah dengan ditandataanganinya nota kesepahaman ini,” sebut Firli.

Lebih lanjut, Firli juga memaparkan bahwa KPK dan PBNU sebelumnya telah melakukan berbagai bentuk kerja sama.

Tidak hanya dalam pencapaian program, tapi lebih jauh lagi, yakni untuk membangun dan mendidik bangsa Indonesia yang religius dan berintegritas..

Firli menjelaskan berbagai kerja sama tersebut bersifat formal maupun informal, baik di skala nasional maupun lokal, juga di tingkat kepengurusan pusat maupun pesantren di berbagai daerah.

Nota kesepahaman ini mencakup pendidikan dan pelatihan antikorupsi; pengkajian; pembangunan budaya antikorupsi/integritas; narasumber; pengembangan materi atau konten antikorupsi; dan lingkup lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Dalam kesempatan ini Yahya juga menyampaikan harapannya, agar jajaran pengurus pusat dan cabang, serta warga NU nantinya bisa mendapatkan pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan pencegahan korupsi.

Yahya juga menuturkan bahwa korupsi sebagai perbuatan yang tidak baik, harus kita berantas bersama.

”Korupsi itu virus kedzoliman di dalam negara. Sudah banyak sejarah peradaban negeri, dimana sistem masyarakatnya runtuh karena kedzoliman. Ancaman untuk sistem yang dzolim dampaknya luar biasa yaitu kehancuran,” pesan Yahya.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini kemudian dilanjutkan dengan ceramah oleh KH Yahya Cholil Staquf dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, hari turunnya Al Qur’an, di lingkungan KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Prediksi PAN Dan PPP Terancam Tak Lolos Ambang Batas Parlemen Di Pemilu 2024, Karena Partai Ini
Next post KRL Relasi Bogor-Jakarta Kota Tabrak Mobil Di Citayam, Ini Penjelasan KAI Commuter