Kesal Masih Berkeliaran Dan Polisi Belum Turun Tangan, Warga Kendari Geruduk Rumah Predator Anak

Spread the love

Kendari – Rumah anak predator di Kendari, Sulawesi Tenggara (Seltra) menjadi incaran warga.

Rumah tersebut nyaris diserang massa pada Rabu malam (11 Mei 2020).

Keluarga korban dan warga marah karena polisi mengabaikan laporan pelecehan seksual. slot gampang menang

Bahkan bayi pemangsa tetap besar meski dilaporkan selama berminggu-minggu.

Setelah warga merespons, polisi mengambil tindakan untuk menangkap anak penjarah tersebut.

Kendari Mesum 5 Anak Karnivora Tetanggaku

Seorang anak predator di kota Kendari (Sultra) di Sulawesi Tenggara mencabuli lima gadis di sebuah lingkungan.

Diketahui, inisial anak predator tersebut adalah SS.

Inisial para korban adalah Ai(8), Al(10), Sa(8), Fz(8), Li.

Pada Desember 2021, SS melakukan aksi keji di rumahnya di Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kelima korban merupakan tetangga yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah pelaku.

Dilaporkan ke polisi, tapi tersangka belum ditangkap

Keluarga korban juga melaporkan kecelakaan tersebut ke Polsek Kota atau Polsek Gandari pada Jumat (29 April 2022).

Laporan Polisi tertuang dalam Surat No.: LP/281/IV/2022/Sultra/Res Kendari.

Namun, berminggu-minggu setelah pelakunya dilaporkan, pelakunya muncul di rumahnya.

Keluarga korban kemudian kecewa dan terluka, percaya bahwa polisi tidak mengindahkan laporan mereka.

Warga menggerebek rumah anak predator

Alhasil, penggemar pun akhirnya terharu melihat korban belum juga tertangkap.

Kerumunan berkumpul di depan rumah tersangka, tetapi polisi mengetahuinya.

Dengan demikian, keinginan masyarakat untuk menggerebek keberadaan tersangka pelaku sudah mereda.

Polisi kemudian mendatangi rumah tersebut dan memastikan keberadaan pelaku.

Tapi rumah itu gelap, pintunya terkunci, dan tidak ada yang memanggil polisi.

Namun, warga terus berkumpul di depan jalan hingga massa bertambah.

Salah satu keluarga korban mengatakan massa marah karena polisi tidak menangkap pelaku.

“Polisi berjanji akan menangkap Rivaran sehari sebelum atau sehari kemudian, tetapi sejauh ini tidak ada tindakan,” katanya.

Menurut dia, warga sudah mengkhawatirkan pelaku kriminal di rumahnya karena khawatir jumlah korban akan bertambah.

Ia juga mempertanyakan kinerja polisi yang gagal memberikan kepastian hukum atas tuduhan pelecehan seksual ini.

“Orang-orang di sini marah karena penyerang tampak tidak bersalah seolah-olah dia tidak melakukan apa-apa,” katanya. Tapi yang kami khawatirkan adalah orang-orang di sini tidak mendefinisikan diri mereka sendiri.”

Buser 77 akhirnya menangkap anak predator asal Kendari.

Tim Buser 77 menangkap predator anak setelah rumahnya hampir dijarah massa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Terukir dengan inisial predator S (31), seorang mekanik di bengkel sepeda motor di kota Kendari di Sulawesi Tenggara.

Ia ditangkap sekitar pukul 15.30 WITA pada Jumat, 13 Maret 2022 di J Martando, Desa Campo, Kabupaten Campo, Kota Kindari, Sulawesi Tenggara.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Casatrescrem) AKP Kandari Polres Vitrayadi membenarkan penangkapannya.

“Benar. Tersangka sudah dibawa ke kantor (Mabulrista Kendari),” kata Vitrayadi AKP yang dihubungi via WhatsApp Messenger usai penangkapan.

Anak Predator Kendari tidak bergerak saat ditangkap.

Ia mengatakan, tersangka tak bergeming saat ditangkap di depan warga Martando Andonoho, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Seltra).

Menurut mantan Casatriscreem Polres Konsel, tersangka ditangkap berdasarkan bukti permulaan yang cukup untuk menduga bahwa ia mencabuli seorang anak.

Dia mengatakan bahwa pelaku menjadi undang-undang No. 2017. 16 mengatakan bahwa ia didakwa melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan/atau 81 dan/atau 82 pasal 16.

Peraturan ini mengatur persyaratan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 sehubungan dengan perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Undang-Undang.

Dia berkata, “Saya mengancam akan menghukum tersangka dengan hukuman penjara tidak kurang dari 5 tahun dan tidak lebih dari 15 tahun.” (bersih/thf/)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Aksi Buruh May Day, Arus Lalu Lintas Di Depan Gedung DPR RI Padat Merayap
Next post Dipermasalahkan Karena Terlalu Bucin, Fuji: Kami Tidak Merugikan Mereka