Keluarkan SE Aturan Halal Bihalal, Kemendagri Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 Saat Makan Bersama

Spread the love

Siaran Pers, Larasati Dyah Utami

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mengeluarkan Buletin (SE) yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memasuki pekan terakhir bulan suci Ramadhan.

Memorandum No. 003/2219/SJ tanggal 22 April 2022 tentang Penyelenggaraan Halal Bihalal 1443 H/2022 Kepada Para Gubernur dan Wali/Walikota di Seluruh Indonesia. judi slot gampang menang

Salah satu aturan tersebut secara khusus mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19 dari berkumpul untuk makan di waktu yang halal.

Sekretaris Jenderal Pemerintah Daerah (Dirjen) menjelaskan: “Untuk itu, SE ini dikeluarkan khusus untuk memperingatkan adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian, yang tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku di PPKM Inmendagri. ” Pernyataan Pembangunan (Adwil) Safrizal ZA, Sabtu (24/24)./April 2022).

Menurut dia, wilayah itu dianggap sebagai wilayah tenggara yang penting untuk menghitung jumlah warga yang akan menghabiskan waktu di kampung halamannya untuk merayakan Idul Fitri dan hari raya Idul Fitri.

“Pemerintah memahami bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat untuk tetap bersilaturahmi dengan sanak saudara, keluarga dan teman sekaligus melakukan tradisi Halal Bihlal. Padahal tidak,” ujarnya.

SE memberikan arahan kebijakan kepada Gubernur dan Wali/Walikota untuk memperhatikan penegakan halal di wilayahnya berdasarkan tingkat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Diketahui, pengerahan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait PPKM Tingkat 3, 2, 1 untuk Wilayah Jawa-Bali dan Inmendagri PPKM Tingkat 3, 2, 1 untuk Luar Bali, Jawa.

“Jumlah tamu yang dapat menghadiri acara halal adalah 50% dari kapasitas venue di area Tier 3, 75% di area Tier 2, dan 100% di area Tier. Satu kategori,” kata Sfrizal.

Safrizal menekankan bahwa masyarakat juga harus memahami bahwa untuk kegiatan Bhilal Halal, lebih dari 100 orang dapat menyediakan makanan/minuman dalam kemasan rumah.

Oleh karena itu, makanan/minuman tidak dapat disajikan secara buffet atau dibawa langsung di tempat.

Langkah ini sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan penularan COVID-19 dalam skala besar.

Hal ini mengingat kegiatan makan/minum yang harus dilakukan tanpa masker berbanding lurus dengan besarnya potensi risiko penularan.

Safrizal berharap SE akan memaksa pemerintah daerah untuk menerapkan lebih banyak peraturan di daerahnya.

Hal itu dilakukan dengan tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan dengan setidaknya memakai masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer secara teratur, dan menjaga jarak setiap saat.

Saverizal menutup dengan mengatakan, “Jangan lupa untuk terus bekerja sama dengan Vorkupimda, para pemimpin agama dan elemen masyarakat untuk memastikan penerapan yang optimal di bidang ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Lippo Gandeng Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Di Bulan Ramadan
Next post Adinda Thomas Cerita Perjuangannya Latihan Bersama Ular Untuk Film ‘KKN Di Desa Penari’