Kelompok Perempuan Korban Kekerasan Seksual Dorong Aturan Turunan UU TPKS Segera Diselesaikan

Spread the love

Siaran Pers Mario Christian Sumbao

Jakarta – Susi Handayani, Ketua Pusat Pendidikan Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu, mengatakan banyak upaya yang harus dilakukan untuk melindungi kasus kekerasan seksual.

Hal itu disampaikan Soussi pada Jumat (22 April 2022) saat berdiskusi dengan jaringan kelompok perempuan multifaset di Gedung Parlemen Senian. slot gacor

Ia mengatakan, jaringan kelompok perempuan memiliki banyak korban kekerasan seksual yang masih mendapat perawatan.

Jadi keselamatan keluarga Anda adalah yang paling penting.

Ruang yang aman di area pelatihan juga penting.

Hal ini karena banyak insiden telah terjadi dari sekolah dasar hingga universitas.

Pengesahan Undang-Undang Kekerasan Seksual (UU TPKS) Selasa lalu (4 Desember 2022) sangat diapresiasi oleh jaringan organisasi perempuan ini.

Menurut mereka, undang-undang tersebut dapat memfasilitasi dukungan dan penegakan setiap penyelidikan terhadap korban.

Kini, langkah jaringan organisasi perempuan selanjutnya adalah membawa isi undang-undang tersebut ke tingkat lokal.

Presiden Republik Demokratik Kongo, Puan Maharani yang mengesahkan UU TPKS dalam rapat paripurna DPR, berharap legalitas UU tersebut dapat bermanfaat bagi korban dan terlindungi.

terutama wanita dan anak-anak.

Pihaknya juga meminta semua pihak untuk menjaga kontrol terhadap UU TPKS.

Sembilan tindak pidana kekerasan seksual menurut UU TPKS meliputi pelecehan seksual non fisik, pelecehan seksual fisik, kontrasepsi paksa, dan sterilisasi paksa.

Selain kawin paksa, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan penyerangan seksual elektronik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Ketum PBSI Agung Firman Sampurna Minta Tim Uber Untuk Main Tanpa Beban
Next post PBB Gelontorkan 1,7 Juta Dolar AS Untuk Indonesia, Bantu Pulihkan Dampak Covid-19