Hepatitis Akut Renggut 3 Anak, Anggota DPRD DKI Minta Pemprov Segera Sosialisasi Dan Edukasi

Spread the love

Reporter Wow Eiji

Jakarta – Infeksi hepatitis akut misterius pada anak-anak masuk ke Indonesia, menyebabkan dr. Tiga anak yang dirawat di RSPN meninggal dunia. Chitomangun Kusumo Jakarta.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pemerintah melakukan investigasi kontak melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko hepatitis akut pada 3 kasus anak.

Dimana ketiga anak tersebut diketahui berada dalam tahap yang sulit. Oleh karena itu, penanganannya tertunda dan kondisinya serius. slot dana

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menerbitkan Buletin (SE) deteksi kasus hepatitis idiopatik akut.

Menanggapi hal tersebut, Hardianto Kenneth, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis B akut.

Misalnya, kami melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kenneth mengatakan, “Pemkab DKI harus bisa memberikan prediksi dini hepatitis B akut, termasuk mengedukasi dan mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, untuk pengendalian Covid-19 dengan cuci tangan, Kami akan terus bekerja untuk itu.”

Pria bernama Kent menambahkan, pemerintah daerah DKI Jakarta harus melibatkan semua elemen dalam mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hepatitis akut agar penyakit ini tidak semakin parah.

Direktur Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan DKI Jakarta (BAGUNA) mengatakan, “Sosialisasi harus melibatkan semua elemen pemerintah dan masyarakat, serta semua elemen yang terkait dengan fasilitas kesehatan kelas satu masyarakat.”

Presiden Ikatan Alumni PPRA LXII (IKAL) mengatakan, “Pemda DKI harus lebih waspada dan memberikan tindakan preventif seperti memberikan vitamin dan makanan bergizi kepada masyarakat rentan di Jakarta. Saya imbau untuk ” ujarnya. .

Kent juga berpesan jika masyarakat mengalami gejala tersebut pada anak-anak, sebaiknya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat segera dilakukan tindakan dan observasi.

Ia juga meminta agar seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta siap menangani pasien dengan gejala hepatitis akut, melakukan perawatan dan segera melapor ke Dirjen Program P2P Kemenkes RI melalui DKI Jakarta. Departemen Kesehatan.

Direktur Kent mengatakan, “Saya menghimbau orang yang menunjukkan gejala seperti hepatitis untuk mengunjungi institusi medis secara langsung, dan tidak mempersulit karena terlalu tinggi.”

Penyebab penyakitnya masih belum diketahui.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium di luar negeri, belum diketahui penyebab virus hepatitis A, B, C, D, dan E.

Sedangkan gejala klinis kasus terkonfirmasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom ikterus akut (jaundice), dan gejala gastrointestinal (sakit perut, diare, muntah), tetapi pada kebanyakan kasus tidak disertai demam.

Kementerian Kesehatan RI mengimbau agar berhati-hati terhadap hepatitis akut yang menyerang anak-anak sehubungan dengan mewabahnya hepatitis misterius yang disebabkan oleh COVID-19.

Ia juga mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap waspada.

Sebagai referensi, tiga pasien anak yang meninggal di Indonesia berusia antara 2 dan 11 tahun. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan pertama dari Inggris pada 5 April 2022 dari 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada anak usia 11 bulan hingga 5 tahun antara Januari dan Maret 2022. Kota Granit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Pakar Hukum: Kasus Migor Tak Boleh Berhenti Di Tengah Jalan
Next post Live Streaming Pantauan Situasi Lalu Lintas Arus Balik Lebaran Di Jalur Pantura