Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Ditolak, Majelis Hakim Akan Hadirkan M Kece Sebagai Saksi

Spread the love

Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak kekebalan terdakwa dalam kasus penyerangan terhadap Inspektur Paul Napoleon Bonaparte v. M. Casey.

Hakim Jumianto “menolak sama sekali eksepsi atau keberatan pembela terhadap persidangan” dalam sidang pembacaan putusan sementara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022), kata Hakim Jumianto. link slot online 2022

Karena itu, kasus penguntitan terhadap Emkisy terus berlanjut di pusat penahanan Unit Investigasi Kejahatan Paris.

“Kedua, JPU memerintahkan agar kasus tersebut dilanjutkan atas nama terdakwa Napoleon Bonaparte,” lanjut Gomianto.

Juri menjelaskan alasan penolakan keberatan atau nota eksklusi dalam kasus tergugat terhadap Kapten Napoleon Bonaparte M. Casey.

Alasannya, kami memutuskan untuk menolaknya karena pengecualian itu tidak berdasarkan undang-undang.

Menurut Gumianto, ketiga surat tersebut tidak meniadakan syarat formil dan materiil dari penuntutan.

M Kece akan hadir.

Hakim Ketua Jumianto telah memerintahkan agar M. Casey, saksi korban, dihadirkan ke kejaksaan dalam persidangan mendatang.

Di Mahkamah Agung PN Jakarta Selatan, Hakim Dgwiamto mengatakan, “Demi pembuktian, hakim meminta jaksa menghadirkan saksi korban. Ya, prioritas harus diberikan berdasarkan ketentuan prosedural. .” Kamis (5 Desember 2022).

Djumianto mengatakan M. Casey akan dimintai keterangan lagi dalam persidangan pada Kamis (19 Mei 2022).

Sebelumnya, Kamis (21/2/2022), Pengadilan Negeri Namjakarta menggelar sidang lanjutan atas dakwaan kekerasan dan penganiayaan terhadap YouTuber M Kece dengan terdakwa, Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte.

Jogo Puruantoro, pengacara Kapolri Napoleon Bonaparte, mengatakan sidang terhadap kliennya harus dihentikan.

Gogo mengatakan bahwa baik terdakwa Napoleon Bonaparte dan korban MC Casey membawa perdamaian dalam kasus ini.

“Intinya ada perdamaian di antara kedua belah pihak,” kata Cao Cao setelah menerima konfirmasi dari media pada Rabu malam, 5 November 2022. Oleh karena itu, masalah ini tidak perlu dilanjutkan.

Namun, jika juri berbeda pendapat, seperti kata Gogo, mereka bisa memutuskan nasib kasus Napoleon dengan mengutamakan hati nurani.

Secara khusus, dalam hal ini, Napoleon mengatakan bahwa Juju sudah meminta maaf kepada M Kece.

Seorang juru bicara Gogo mengatakan, “Saya berharap hakim akan membuat keputusan yang adil berdasarkan hati nurani dalam keputusan arbitrase besok.”

catatan keberatan

Napoleon membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut Muhammad Kosman, sapaan akrab M. Case, melakukan aksi kekerasan bersama saat sedang bermasalah di unit kepolisian.

Bantahan Napoleon termasuk dalam eksepsi yang dibacakan kuasa hukumnya Erman Omar dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4 Juli 2022).

“Hanya Inspektur Paul Napoleon Bonaparte yang melukis wajah Muhammad Cosman dengan bale feses atau kotoran,” kata Erman di persidangan.

Oleh karena itu, ia menilai tindakan Napoleon terhadap M. Cayce tidak sesuai dengan unsur kekerasan menurut ketentuan yang diatribusikan kepadanya, yaitu pasal 170(2)1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Semarak HUT Ke-57, Subholding Gas Pertamina Gelar City Gas Tour Dukung Target Program 1 Juta Jargas
Next post Ruhut Posting Meme Anies Pakai Baju Adat Suku Dani Papua, Pigai: Jika Diedit Berpotensi Penghinaan