BPJamsostek Raih Opini WTM Untuk Laporan Keuangan Dan Pengelolaan Program 2021

Spread the love

Laporan Pers, Larasati Dyah Utami

Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK merilis Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) untuk BPJAMSOSTEK Tahun 2021 pada Kamis (28/4/2022).

Presiden BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengatakan pada konferensi pers bahwa BPJAMSOSTEK mampu mencapai hasil positif dengan memperoleh komentar WTM (tidak dimodifikasi) atas hasil audit. slot dana

“Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap pengelolaan uang yang bersih, transparan dan bertanggung jawab,” kata Angoro Iko Kahyo.

“Sertifikat WTM ini merupakan bukti yang meyakinkan bahwa pengelolaan keuangan kami telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku,” tambahnya.

BPJAMSOSTEK mampu mencatatkan kinerja positif dengan berhasil melampaui target penambahan 19,7 juta pendatang baru atau mencapai 106% dari target yang ditetapkan untuk tahun 2021.

BPJAMSOSTEK juga menggunakan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) untuk memangkas waktu pembayaran tagihan JHT yang semula rata-rata 10-15 hari menjadi hanya 15 menit.

Dia mengatakan adopsi publik datang lebih awal dalam bentuk transparansi dan kepatuhan terhadap peraturan terkait.

Anjuru menjelaskan dalam paparannya, total aset Dana Jaminan Sosial (DJS) yang dikelola BPJAMSOSTEK mencapai Rp 551,7 triliun, meningkat 26% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun ada peningkatan 17% dalam jumlah klaim pada tahun 2021, DJS terus tumbuh karena tumbuh 14% tahun-ke-tahun yang didukung oleh Dana Investasi Aset DJS dan juga meningkatkan ROI-nya sebesar 10%.

Selain aset BPJAMSOSTEK sebesar Rp 16,15 triliun, hingga akhir tahun 2021, BPJAMSOSTEK akan memiliki aset kelolaan sebesar Rp 567,93 triliun.

Terkait pembayaran manfaat kepada peserta, selama tahun 2021 BPJAMSOSTEK telah berhasil membayar klaim atau jaminan sebesar Rp 42,78 triliun kepada 3 juta peserta.

Pembayaran klaim meningkat dari tahun lalu sebagai akibat dari pandemi yang menyebabkan kematian dan pemutusan hubungan kerja yang lebih tinggi.

Selain itu, dengan diundangkannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2021, BPJAMSOSTEK juga akan mulai memberikan beasiswa pendidikan hingga Rp 0,174 juta untuk dua anak peserta yang meninggal dunia atau cacat tetap. menyebabkan kecelakaan.

Sementara itu, dalam ruang lingkup kepesertaan, hingga akhir tahun 2021 akan ada 50,92 juta pekerja yang terdaftar di BPJAMSOSTEK, di mana 30,66 juta di antaranya berpartisipasi aktif dan mendonasikan Rp 8.150 miliar.

Jadi, dapat kami sampaikan bahwa semua pembayaran klaim untuk tahun 2021 hanya dapat dibayarkan melalui donasi yang diterima.

Angoro percaya bahwa pencapaian ini dapat menjadi aset penting bagi BPJAMSOSTEK untuk mencapai cakupan universal.

Khususnya mendapat dukungan langsung dari Presiden melalui Perpres No 2 Tahun 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Penjualan Antimo Melonjak Karena Arus Mudik, Kinerja Phapros Langsung Kinclong
Next post Genap Berusia 32 Tahun, Zaskia Gotik Justru Merasa Sedih Karena Anak Sambungnya Harus Opname