BP2MI Terima 12.887 Kasus Aduan Dari ABK WNI Di Luar Negeri

Spread the love

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menerima total 12.877 kasus pengaduan terkait awak kapal perikanan dalam 5 tahun terakhir (2017-2021).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan adapun lokasi terjadinya kasus dominan berada di kawasan Asia – Afrika dan kawasan Eropa – Timur Tengah. situs judi slot gacor

“Jenis kasusnya, yang terbanyak adalah gaji tidak layak, jam kerja tidak terbatas, kondisi kerja tidak manusiawi, tidak adanya jaminan sosial dan keselamatan kerja, serta berbagai tindak kekerasan,” kata Benny di kawasan Jakarta Pusat, Senin (18/4/2022).

Benny melanjutkan, pada tahun 2020, dari 1.812 kasus, hanya 64% kasus yang dapat diselesaikan, sementara 36% kasus masih dalam proses.

Menurutnya prosentasi ini meningkat pada tahun 2021, dimana dari 1.702 kasus hanya 59% kasus yang dapat diselesaikan dan 41% nya masih dalam proses.

Sehingga dalam dua tahun terahir ini saja (yaitu tahun 2020 dan 2021), ada akumulasi sebanyak 1.345 kasus yang belum selesai penanganannya.

Menurutnya angka tersebut harus menjadi keprihatinan bersama.

Secara eksternal, hal ini menunjukkan industri perikanan dunia yang eksploitatif.

Sedangkan dari sisi internal, menunjukan masih lemahnya pelindungan terhadap Awak kapal Perikanan Indonesia.

Benny mengatakan Rapat Koordinasi ‘Kolaborasi dalam Fasilitasi PMI Pelaut Perikanan Terkendala’ sangat penting.

Pihaknya berinisiatif mengajak seluruh stakeholder yang terkait penempatan dan pelindungan Awak Kapal Perikanan Migran untuk bertukar pikiran dan menjalin kolaborasi untuk meningkatkan “kehadiran Negara” dalam melindungi awak kapal perikanan migran Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Bermaksud Melerai, Pelajar SMA Di Pandeglang Justru Tewas Dipukul Sarung Berisi Batu
Next post Jelang Mudik Lebaran, Ini Syarat Naik Kereta Api Bagi Anak-Anak Dan Orang Dewasa