Adam Deni Ungkap Alasannya Unggah Informasi Pribadi Ahmad Sahroni Ke Medsos Ketimbang Lapor KPK

Spread the love

Adam Denny diadili pada Rabu (18/5/2022) sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan tuduhan melanggar UU ITE.

Agenda sidang ini adalah untuk mengusut Adam Dini dan Ni Med Dwita Angari, para terdakwa dalam kasus yang dilaporkan Ahmad Sahrouni.

Dalam sebuah pernyataan, Adam Dini membeberkan kronik tersebut hingga ia memutuskan untuk mengunggah informasi pribadi Ahmed Sahrouni ke media sosial. slot gampang menang

Adam Denny mengatakan, “Betul. Unggahannya silih berganti. Isinya tindak lanjut seorang pejabat publik yang diduga menyalahgunakan kekuasaan untuk membeli barang mewah tidak kena pajak.” Seperti Yang Dikatakan .

Adam Denny awalnya mengaku mendapat data dari terdakwa Ne-Made.

Adam Denny menerima informasi dari Ni Made bahwa Ahmed Sahrouni telah membeli sepedanya secara ilegal di luar negeri untuk menghindari pembayaran pajak negara.

Adam Denny mengatakan, “Saya ingin KPK tahu keduanya. Karena status mereka sebagai aktivis media sosial, saya ingin mengikuti mereka di media sosial sehingga mereka bisa menarik perhatian pemirsa terlebih dahulu.”

Adam Denny mengunggah informasi tersebut ke media sosial karena yakin akan mendapat perhatian publik.

Dia menambahkan, “Orang yang memiliki data perdagangan adalah Nimade. Ada banyak insiden di catatan SNS saya, dan tidak ada penipuan. Saya mengunggahnya karena saya pikir minat publik terhadap SNS saya tinggi.”

Adam Dini menjelaskan bahwa dia melakukan ini karena dia ingin memaksakan hal yang salah atas apa yang dilakukan Ahmed Sahrouni sebagai wakil rakyat.

Adam Denny berkata: “Tugas kami adalah menegakkan apa yang kami lakukan. Kami memperbaikinya. Ne-Made membuat kesepakatan dan menemukan sesuatu yang salah. Orang yang mendirikan Ne-Made Harga sepedanya sekitar 380 juta rupee. ”

Namun belakangan Ahmed Sahrouni mengabarkan bahwa Adam Dini mengunggah dokumennya ke media sosial tanpa izin.

Dalam dakwaannya, Jaksa Agung mengatakan, dokumen pembelian sepeda yang dikirimkan Duita kepada Adam Denny diunggah melalui media sosial.

Belakangan diduga bahwa Adam Dini dan Duita mendistribusikan data pribadi Ahmed Sahrouni tanpa izin.

Jaksa Agung Adam Denny dan Duetta menyepakati UU No. 19 (UU) Undang-Undang Nomor 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Nomor 19. Pasal 48(3) dituntut sehubungan dengan Pasal 32(3) Pasal 11. 2005. Sehubungan dengan Pasal 55 (1) 1 KUHP Tahun 2016

Sidang Adam Denny dilanjutkan 30 Mei 2022 dengan agenda tuntutan jaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Sembilan Indeks Dukung Kenaikan IHSG 2,24 Persen, Investor Asing Jual Saham-saham Ini
Next post Robert Alberts: Pemain Persib Bandung Dalam Kondisi Bagus